Sampai kapanpun kita gak akan bisa memaknai kehilangan, sebelum kita merasakan bagaimana sakitnya kehilangan
Sederet tulisan ini tidak sepenuhnya benar dan penulis lugu ini juga bukan pujangga cinta dan bukan pecinta sejati. Hanya sekadar mencurahkan apa yang sedang terlintas dalam otak kecilnya. Here We go! (dan ingat, penulis bukan galauers)
Whoooppp.. dari remaja sampai orangtua banyak
terjangkit virus ini. Galau semakin melekat dan menyerang seperti virus
influenza. menyerang siapa saja yang pertahanan hatinya lemah dan larut dalam
emosi dan kesedihan yang berkepanjangan. efek konyol dari galau ini adalah mata
sembab, muka kucel, badan bau dan yang lebih parah biasanya gigi kuning.
(lhoh?)
galau soal uang bulanan yang semakin menipis,
galau soal badan yang semakin gemuk (ups) , galau soal pacar yang ngegantungin
hubungan atau bahkan galau karena diputusin pacar? Kalo yang ini galau versinya
anak remaja. Kalo galau versi orangtua beda lagi, mungkin galau orangtua itu
kurang lebih kaya gini (soalnya gue belom jadi orangtua, makanya disini gue
nebak-nebak aja sepengetahuan gue)_ galau mikirin anaknya yang lagi galau,
galau mikirin duit yang udah tipis banget padahal baru tanggal 1, galau mikirin
anak cewe nya yang gak bisa nyetrika, gak bisa nyuci, galau mikirin pasangannya
pulang malem terus. Halah! Enough! Gausah ngebahas galau orangtua, sekarang
kita ngebahas galau versi kita-kita. :)
siapa yang gak pernah galau? Pak Presiden aja
galau apalagi rakyatnya. Dosen aja galau, apalagi mahasiswanya. Galau itu kalo
menurut bahasa (gue sendiri) adalah suatu keadaan dimana pikiran sedang kacau,
gak tau mau ngambil keputusan apa alias bingung kuadrat yang menyebabkan dilema
dan terlalu larut dalam kesedihan sehingga muncullah kata “Galau”.
Kalo dalam kamus pacaran sih, setau gue arti kata
galau itu “Gak tau Lanjut Atau Udah”. Ya, itu. memang itu artinya. Dalam dunia
pacaran, kata galau itu lebih sering diartikan seperti itu. Galau gara-gara
ceweknya gak bales sms seharian, nah lhoh cowoknya galau seharian juga. Lebih parahnya
lagi, cowoknya langsung mikir negatif, “wah, cewek gue lagi jalan sama siapa?”.
Apa tindakan selanjutnya? Si cowok langsung ambil shampoo, jalan ke kamar
mandi, nyalain shower, dan shampoan di bawah shower sambil nangis. (sumpah, gue
gak kaya gini! Ini Cuma imajinasi gue doang.). namun apa yang terjadi? Ternyata
ceweknya lagi pergi ke salon.
Kadang, kebanyakan yang bikin remaja galau itu
adalah pacaran. Pacaran men, pacaran! Zaman sekarang siapa sih yang gak kenal
pacaran? Gue pernah ngeliat bocah SD yang ingusnya masih nempel dihidung aja
udah pegang-pegangan tangan sama lawan jenis sambil bilang, “papa kerja ya.”
Buset! Masih ingusan dan bau iler udah bilang mamah-papah. Seinget gue, zaman
gue masih kecil dulu gak pernah main begituan, paling ekstrim itu gue main
mamah papahnya itu perannya jadi “anak”, temen gue yang lain jadi mamah
papahnya. Gue gak pernah kebagian peran jadi papah nya, soalnya muka gue
terlalu imut untuk jadi papah. (kembali ke laptop, udah ngawur)
Nah, disini yang bikin galau dari pacaran itu
banyak; pacar selingkuh, diduain, gantung, gak ada kabar seharian, gak ada
pulsa, selalu curiga dan bosan. Sebenernya masih banyak lagi, dan yang lebih
parahnya lagi hal yang memicu galau itu adalah rasa selalu curiga sama pacarnya
sendiri (yaiyalah, masa sih curiga sama pacar orang lain). Rasa curiga yang
muncul ini terkadang membuat orang gak mikir logis lagi, men! Pacarnya gak ada
kabar sebentar (padahal lagi boker) langsung ditelponin dan langsung mikir yang
enggak-enggak. Pacar lagi istirahat dan gak ngasih tau, langsung mikir kalau
pacarnya lagi jalan sama cewek lain. Ngeselin banget kan. Nah maka dari itu,
yang harus dipegang dalam berhubungan itu adalah “SALING PERCAYA”. Trust me1
kalo udah saling percaya gak bakalan ada lagi yang namanya galau dan saling
curiga. Fiuh, gue nyerocos kayak orang yang udah hebat aja. Padahal mah gue
malah dalam posisi sebaliknya (eh malah curhat)
Kita bayangkan seperti ini (disini gue tuntut
kalian untuk berimajinasi). Suatu hari si cowok bilang ke ceweknya kalo dia mau
istirahat atau bubu siang. Tiba-tiba baru setengah jam bubu siang, si cowo
disuruh mamanya ke pasar buat beli sesuatu. Akhirnya si cowok berangkat ke
pasar. Dalam perjalanan ke pasar, si cowok mengalami berbagai rintangan. Kita andaikan
saja; macet, panas, keserempet bajaj, nyusruk got dan lain-lain. Sesampainya di
pasar, sambil nunggu barang pesanan, si cowok iseng buka twitter dan nge-twitt “hari
yang melelahkan”. Lagi asik-asiknya twitteran, tiba-tiba ada yang nelpon. Ceweknya.
Maka diangkatlah tuh telpon.
“Kamu katanya tidur siang, kok malah twitteran
sih?” omel ceweknya. (mulai curiga, karena dikira cowoknya bohongin dia)
Si cowok bingung dan lupa gak bilang ke ceweknya
kalo dia tadi disuruh mamanya ke pasar buat beli pempers. “eh, ini aku lagi
di,..”
Belom kelar cowoknya ngomong, ada emba-emba yang dateng
nyamperin sambil ngasih pempers yang dipesan, “mas, ukurannya yang ada Cuma ini.”
Ujar emba-emba nya. Kebetulan suara emba-embanya seksi banget.
Nah, mulai nih si cewe langsung kalap gak
ketulungan. Curiga abis! “Kamu lagi dimana sih? Kok itu ada suara cewek? Kamu selingkuh
ya? Pantesan, selama ini kamu pura-pura sibuk dan selalu ngehindar setiap kali
aku ajakin jalan ternyata kamu ngeduain aku. Kita putus!”
Tuuutt.. tuuuutt… tuuttt.. telepon dimatiin. Cowoknya
cengo, kaya kambing keselek rumput manila.
WEeeeeeehhhhhh… mudah banget tuh ngomong. Sampe-sampe
cowoknya gak bisa ngomong lagi. Cowoknya langsung frustasi. Pempers yang
dibelinya tadi lagsung diambil dan dimakan isinya. Wueks!
Nah, simple kan? Gak perlu bertele-tele, galau
langsung menyerang. Pernah ada di posisi kaya gitu? Atau mungkin di posisi
lain? Dicurigain memang gak enak, padahal keadaan yang sebenarnya malah
sebaliknya. Nah, balik lagi ke yang tadi “Saling Percaya.”
Sobat, Hidup ini terlalu pendek untuk terus
menyesali kesalahan yang telah terjadi
Move on dan perbaiki apa yang
seharusnya diperbaiki. Cari solusi yang tepat dan bijak. Yang mampu
menyelesaikan semuanya dan kedua belah pihak sama-sama merasa nyaman. Terkadang
ada orang yang menyelesaikan masalah dengan merugikan dirinya sendiri. Ibarat lilin,
dia menerangi orang lain sedangkan dirinya terbakar habis.
Untuk masalah galau, ya idealnya memang harus
segera diselesaikan. Jangan terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan. Tidak ada
larangan untuk larut dalam kesedihan selama hal itu masih dalam tahap wajar. Yang
lebih parahnya lagi, pas lagi galau malah denger lagu-lagu galau. Pret,
tamatlah sudah. Galau kuadrat. Yang ada malah tambah galau men! Cari orang yang
tepat untuk mencurahkan isi hati, orang yang netral yang gak memihak kepada
siapapun dan orang yang bisa dipercaya. Cari aktifitas yang mampu meredam rasa
galau seperti olahraga, jalan-jalan, cari suasana baru. Bahkan ada temen gue
yang nyaranin kalau lagi galau itu kamu bisa pergi ke salon atau spa dan bisa juga
menulis (kaya gue, hehe. Sebenernya gue masih dalam keadaan galau. Tapi mau
gimana lagi. Ya jalanin aja. Memang begini car ague menyalurkan semuanya)
Kejujuran dan saling terbuka, hal ini sangat
penting. Bukan Cuma dalam pacaran doang, tapi dalam kehidupan sehari-hari kedua
hal ini sangatlah penting.
“perlu 1000 kebohongan untuk menutupi 1
kebohongan dan hanya perlu 1 kejujuran untuk menyudahinya.”
nah,
pikirin tuh. Lo sama pacar lo udah saling jujur atau gimana? Saling diem-dieman?
Gak akan pernah ada solusi untuk suatu masalah yang sedang dihadapi kalau
seperti itu caranya.
Buat sobat-sobat gue yang lagi galau, mungkin
lebih mudah membacanya daripada menerapkannya. Tapi gue yakin, kalian bisa move
on dari suatu masalah yang sedang kalian hadapi. Galau ini hanyalah sebuah batu
sandungan kecil yang hanya bisa membuat kalian terjatuh terguling. Tapi,
yakinkan dalam hati kalau kalian masih bisa bangkit dan berdiri lagi. Bicarakan
empat mata dan bersikap terbuka dan dewasa, hal ini akan memperbaiki keadaan.
Satu hal yang sangat penting yang sering kita
lupakan adalah Tuhan yang Maha Penyayang. Tidakkah kalian tahu bahwa dia selalu
mengawasi setiap gerak gerik kalian dan dia selalu membantu kalian setiap kali
kalian berada dalam kesusahan.
"Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan,
bukan apa yang kita inginkan. Dan Dia lebih tahu!”
Dan yang terakhir, ingat! Kalian gak sendiri. Saat
kalian merasa kesepian, kalian telah terbutakan oleh rasa galau itu sendiri. Buka
mata kalian lebar-lebar, diluar sana masih ada orang yang sayang, cinta dan
peduli terhadap diri kalian. Sahabat, mereka gak akan pernah ninggalin kalian
sampai kapanpun. Terkadang sahabat sering tersisihkan saat kita terbuai oleh
cinta. Hei, mereka masih ingin memelukmu dan mereka menunggumu untuk kembali. Kamu
gak sendiri.
Ingat, G-A-L-A-U artinya tidak cuma negatif. Galau: God Always Listening And Understanding.
Dalam Cinta, Jangan berdusta hanya krn kamu tak ingin dia
terluka. Krn ketika dia temukan kebenaran, dia akan lebih menderita
Oke, thanks udah mau mampir disini, semoga bermanfaat. :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar