Jumat, 31 Mei 2013

Kamu Galau??

Sampai kapanpun kita gak akan bisa memaknai kehilangan, sebelum kita merasakan bagaimana sakitnya kehilangan


Sederet tulisan ini tidak sepenuhnya benar dan penulis lugu ini juga bukan pujangga cinta dan bukan pecinta sejati. Hanya sekadar mencurahkan apa yang sedang terlintas dalam otak kecilnya. Here We go! (dan ingat, penulis bukan galauers)

Whoooppp.. dari remaja sampai orangtua banyak terjangkit virus ini. Galau semakin melekat dan menyerang seperti virus influenza. menyerang siapa saja yang pertahanan hatinya lemah dan larut dalam emosi dan kesedihan yang berkepanjangan. efek konyol dari galau ini adalah mata sembab, muka kucel, badan bau dan yang lebih parah biasanya gigi kuning. (lhoh?)

galau soal uang bulanan yang semakin menipis, galau soal badan yang semakin gemuk (ups) , galau soal pacar yang ngegantungin hubungan atau bahkan galau karena diputusin pacar? Kalo yang ini galau versinya anak remaja. Kalo galau versi orangtua beda lagi, mungkin galau orangtua itu kurang lebih kaya gini (soalnya gue belom jadi orangtua, makanya disini gue nebak-nebak aja sepengetahuan gue)_ galau mikirin anaknya yang lagi galau, galau mikirin duit yang udah tipis banget padahal baru tanggal 1, galau mikirin anak cewe nya yang gak bisa nyetrika, gak bisa nyuci, galau mikirin pasangannya pulang malem terus. Halah! Enough! Gausah ngebahas galau orangtua, sekarang kita ngebahas galau versi kita-kita. :)


siapa yang gak pernah galau? Pak Presiden aja galau apalagi rakyatnya. Dosen aja galau, apalagi mahasiswanya. Galau itu kalo menurut bahasa (gue sendiri) adalah suatu keadaan dimana pikiran sedang kacau, gak tau mau ngambil keputusan apa alias bingung kuadrat yang menyebabkan dilema dan terlalu larut dalam kesedihan sehingga muncullah kata “Galau”.

Kalo dalam kamus pacaran sih, setau gue arti kata galau itu “Gak tau Lanjut Atau Udah”. Ya, itu. memang itu artinya. Dalam dunia pacaran, kata galau itu lebih sering diartikan seperti itu. Galau gara-gara ceweknya gak bales sms seharian, nah lhoh cowoknya galau seharian juga. Lebih parahnya lagi, cowoknya langsung mikir negatif, “wah, cewek gue lagi jalan sama siapa?”. Apa tindakan selanjutnya? Si cowok langsung ambil shampoo, jalan ke kamar mandi, nyalain shower, dan shampoan di bawah shower sambil nangis. (sumpah, gue gak kaya gini! Ini Cuma imajinasi gue doang.). namun apa yang terjadi? Ternyata ceweknya lagi pergi ke salon.

Kadang, kebanyakan yang bikin remaja galau itu adalah pacaran. Pacaran men, pacaran! Zaman sekarang siapa sih yang gak kenal pacaran? Gue pernah ngeliat bocah SD yang ingusnya masih nempel dihidung aja udah pegang-pegangan tangan sama lawan jenis sambil bilang, “papa kerja ya.” Buset! Masih ingusan dan bau iler udah bilang mamah-papah. Seinget gue, zaman gue masih kecil dulu gak pernah main begituan, paling ekstrim itu gue main mamah papahnya itu perannya jadi “anak”, temen gue yang lain jadi mamah papahnya. Gue gak pernah kebagian peran jadi papah nya, soalnya muka gue terlalu imut untuk jadi papah. (kembali ke laptop, udah ngawur)

Nah, disini yang bikin galau dari pacaran itu banyak; pacar selingkuh, diduain, gantung, gak ada kabar seharian, gak ada pulsa, selalu curiga dan bosan. Sebenernya masih banyak lagi, dan yang lebih parahnya lagi hal yang memicu galau itu adalah rasa selalu curiga sama pacarnya sendiri (yaiyalah, masa sih curiga sama pacar orang lain). Rasa curiga yang muncul ini terkadang membuat orang gak mikir logis lagi, men! Pacarnya gak ada kabar sebentar (padahal lagi boker) langsung ditelponin dan langsung mikir yang enggak-enggak. Pacar lagi istirahat dan gak ngasih tau, langsung mikir kalau pacarnya lagi jalan sama cewek lain. Ngeselin banget kan. Nah maka dari itu, yang harus dipegang dalam berhubungan itu adalah “SALING PERCAYA”. Trust me1 kalo udah saling percaya gak bakalan ada lagi yang namanya galau dan saling curiga. Fiuh, gue nyerocos kayak orang yang udah hebat aja. Padahal mah gue malah dalam posisi sebaliknya (eh malah curhat)

Kita bayangkan seperti ini (disini gue tuntut kalian untuk berimajinasi). Suatu hari si cowok bilang ke ceweknya kalo dia mau istirahat atau bubu siang. Tiba-tiba baru setengah jam bubu siang, si cowo disuruh mamanya ke pasar buat beli sesuatu. Akhirnya si cowok berangkat ke pasar. Dalam perjalanan ke pasar, si cowok mengalami berbagai rintangan. Kita andaikan saja; macet, panas, keserempet bajaj, nyusruk got dan lain-lain. Sesampainya di pasar, sambil nunggu barang pesanan, si cowok iseng buka twitter dan nge-twitt “hari yang melelahkan”. Lagi asik-asiknya twitteran, tiba-tiba ada yang nelpon. Ceweknya. Maka diangkatlah tuh telpon.

“Kamu katanya tidur siang, kok malah twitteran sih?” omel ceweknya. (mulai curiga, karena dikira cowoknya bohongin dia)

Si cowok bingung dan lupa gak bilang ke ceweknya kalo dia tadi disuruh mamanya ke pasar buat beli pempers. “eh, ini aku lagi di,..”

Belom kelar cowoknya ngomong, ada emba-emba yang dateng nyamperin sambil ngasih pempers yang dipesan, “mas, ukurannya yang ada Cuma ini.” Ujar emba-emba nya. Kebetulan suara emba-embanya seksi banget.

Nah, mulai nih si cewe langsung kalap gak ketulungan. Curiga abis! “Kamu lagi dimana sih? Kok itu ada suara cewek? Kamu selingkuh ya? Pantesan, selama ini kamu pura-pura sibuk dan selalu ngehindar setiap kali aku ajakin jalan ternyata kamu ngeduain aku. Kita putus!”

Tuuutt.. tuuuutt… tuuttt.. telepon dimatiin. Cowoknya cengo, kaya kambing keselek rumput manila.

WEeeeeeehhhhhh… mudah banget tuh ngomong. Sampe-sampe cowoknya gak bisa ngomong lagi. Cowoknya langsung frustasi. Pempers yang dibelinya tadi lagsung diambil dan dimakan isinya. Wueks!

Nah, simple kan? Gak perlu bertele-tele, galau langsung menyerang. Pernah ada di posisi kaya gitu? Atau mungkin di posisi lain? Dicurigain memang gak enak, padahal keadaan yang sebenarnya malah sebaliknya. Nah, balik lagi ke yang tadi “Saling Percaya.”
 
Sobat, Hidup ini terlalu pendek untuk terus menyesali kesalahan yang telah terjadi

Move on dan perbaiki apa yang seharusnya diperbaiki. Cari solusi yang tepat dan bijak. Yang mampu menyelesaikan semuanya dan kedua belah pihak sama-sama merasa nyaman. Terkadang ada orang yang menyelesaikan masalah dengan merugikan dirinya sendiri. Ibarat lilin, dia menerangi orang lain sedangkan dirinya terbakar habis.

Untuk masalah galau, ya idealnya memang harus segera diselesaikan. Jangan terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan. Tidak ada larangan untuk larut dalam kesedihan selama hal itu masih dalam tahap wajar. Yang lebih parahnya lagi, pas lagi galau malah denger lagu-lagu galau. Pret, tamatlah sudah. Galau kuadrat. Yang ada malah tambah galau men! Cari orang yang tepat untuk mencurahkan isi hati, orang yang netral yang gak memihak kepada siapapun dan orang yang bisa dipercaya. Cari aktifitas yang mampu meredam rasa galau seperti olahraga, jalan-jalan, cari suasana baru. Bahkan ada temen gue yang nyaranin kalau lagi galau itu kamu bisa pergi ke salon atau spa dan bisa juga menulis (kaya gue, hehe. Sebenernya gue masih dalam keadaan galau. Tapi mau gimana lagi. Ya jalanin aja. Memang begini car ague menyalurkan semuanya)

Kejujuran dan saling terbuka, hal ini sangat penting. Bukan Cuma dalam pacaran doang, tapi dalam kehidupan sehari-hari kedua hal ini sangatlah penting.  
 
“perlu 1000 kebohongan untuk menutupi 1 kebohongan dan hanya perlu 1 kejujuran untuk menyudahinya.” 

nah, pikirin tuh. Lo sama pacar lo udah saling jujur atau gimana? Saling diem-dieman? Gak akan pernah ada solusi untuk suatu masalah yang sedang dihadapi kalau seperti itu caranya.

Buat sobat-sobat gue yang lagi galau, mungkin lebih mudah membacanya daripada menerapkannya. Tapi gue yakin, kalian bisa move on dari suatu masalah yang sedang kalian hadapi. Galau ini hanyalah sebuah batu sandungan kecil yang hanya bisa membuat kalian terjatuh terguling. Tapi, yakinkan dalam hati kalau kalian masih bisa bangkit dan berdiri lagi. Bicarakan empat mata dan bersikap terbuka dan dewasa, hal ini akan memperbaiki keadaan.

Satu hal yang sangat penting yang sering kita lupakan adalah Tuhan yang Maha Penyayang. Tidakkah kalian tahu bahwa dia selalu mengawasi setiap gerak gerik kalian dan dia selalu membantu kalian setiap kali kalian berada dalam kesusahan. 

"Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Dan Dia lebih tahu!”

Dan yang terakhir, ingat! Kalian gak sendiri. Saat kalian merasa kesepian, kalian telah terbutakan oleh rasa galau itu sendiri. Buka mata kalian lebar-lebar, diluar sana masih ada orang yang sayang, cinta dan peduli terhadap diri kalian. Sahabat, mereka gak akan pernah ninggalin kalian sampai kapanpun. Terkadang sahabat sering tersisihkan saat kita terbuai oleh cinta. Hei, mereka masih ingin memelukmu dan mereka menunggumu untuk kembali. Kamu gak sendiri.

Ingat, G-A-L-A-U artinya tidak cuma negatif. Galau: God Always Listening And Understanding.
 
Dalam Cinta, Jangan berdusta hanya krn kamu tak ingin dia terluka. Krn ketika dia temukan kebenaran, dia akan lebih menderita

Oke, thanks udah mau mampir disini, semoga bermanfaat. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar