Selasa, 04 Juni 2013

Apa yang musti kamu lakukan saat menyandang status “JOMBLO”?


Rasa sedih, galau, pusing, mulut bau, rambut acak-acakan dan terkadang badan menjadi gatel-gatel merupakan indikasi terparah dari orang-orang yang baru saja mengalami putus cinta. Terkadang mood makan langsung hilang dan lebih sering termenung. Memikirkan untuk apa lagi hidup kalau cinta yang selama ini dibangga-banggakan hilang dan pergi begitu saja. lebih ngenes-nya lagi kalau kekasihnya pergi dan pacaran dengan teman dekatnya. Ugh, jleb, nyess, miris banget.



Cinta yang dulu manis, penuh kenangan indah dan angan-angan yang paling indah yang sering dirangkai bersama kalau sedang berduaan. “nanti aku pengen kita nikah di paris, di puncak menara Eifel, aku loncat dari puncaknya dan kamu nangkep aku dari bawah.” Kata si cewek. Cowoknya manut-manut aja. Hu-um yang. Jawab si cowok sambil mengelus-ngelus dada. Fiuh. Kenangan indah yang gak kesampean ini yang terkadang bikin dilemma saat putus semakin bertambah. Dan juga kenangan indah saat bersamanya yang sulit banget buat dilupain merupakan komposisi terberat untuk bisa move on dari keadaan yang sedang dihadapinya.

So, penulis bukannya sok pinter dan bukan ahli, secara keadaan gue lagi mirip-miripnya sama yang ada dalam tulisan ini, maka dari itu gue nulis disini secara gak langsung supaya gue bisa move on juga. Hehe. Oke, sering terdengar di telinga kita ungkapan seperti ini, “Butuh waktu satu jam untuk mengenalmu, akan tetapi butuh waktu bertahun-tahun untuk melupakanmu”. So? Memang bener ungkapan seperti itu, untuk mengenal gebetan Cuma butuh waktu satu jam dan butuh waktu lama buat ngelupain si doi. Gue yakin, diantara para pembaca disini ada yang masih belum bisa move on dari kenangan masa pacarannya yang dulu, masih aja keinget mantannya meskipun mantannya nyebelin banget. Momen indah itu akan muncul pada waktunya.

Terus ada yang bilang gini waktu di facebook, “Mantan itu apakah seharusnya menjadi musuh?”. Gue langsung komen gini, “gak mesti, soalnya seburuk apapun dan sejahat dia, dia pasti pernah membuatmu tersenyum dan bahagia. Hanya saja rasa benci dan tidak suka yang sedang kamu rasakan saat ini menutupi kenangan indah itu.”. tapi terserah sih, pendapat setiap orang berbeda dan setiap orang berbeda dalam menyikapi setiap keadaan. Ada yang benci banget sama mantannya dan ada yang sulit banget ngelupain mantannya. Dan bagi gue, mantan itu gak mesti dijadiin musuh atau bahkan dilupain, sebab seberapa keras kita berusaha untuk memungkiri perasaan kita, tetap saja dulu kita yang jatuh cinta kepada sang mantan. Kita pernah tersenyum dan menangis karenanya. So, apa yang harus dilakukan ketika kita menyandang gelar “JOMBLO?”


  1. Self Accepting
Mulai dari sekarang kenali diri kamu dan terima diri kamu. jangan menyalahkan keadaan karena keadaan tidak pernah salah. pahami seperti apa kondisi kamu sekarang ini. Pahami seberapa parahnya galau yang sedang kamu rasakan. Disaat itulah kamu bisa mengerti dan mulai mengambil langkah selanjutnya. Kamu akan tahu apa yang kamu inginkan dan apa yang sebenarnya menjadi tujuan kamu dan apa yang bener-bener kamu mau. Gak usah sok dan pura-pura udah move on, pura-pura bahagia dan sok tegar padahal hatinya tertatih dan rapuh (hampir menjadi butiran debu). Galau adalah hal yang wajar. Bersedih dalam batas batas tertentu merupakan hal yang wajar. Karena ini menandakan kalau kamu punya perasaan dan hati.

  1. Jangan melampiaskan.
Kebanyakan orang yang depresi karena punya status jomblo biasanya langsung nyari pelampiasan dan mulai PDKT dengan cowok atau cewek lain. Hanya karena mereka bingung mau ngapain lagi. Karena mereka belum bisa beradaptasi dengan kondisi kesendirian mereka pada saat ini. Dan juga karena sebelum-sebelumnya mereka selalu ada yang menemani namun sekarang keadaan berbalik. So, jangan langsung mencari pelampiasan. Terburu-buru buat nyari gebetan baru hanya akan membuat kamu menjadi orang yang tidak ada nilainya. Kamu akan terlihat semakin lemah karena mencari tameng untuk menghindar dari masalah. Kembali ke poin satu, jalani dan selesaikan masalahnya. Gausah terburu-buru nyari pelampiasan, biarkan hati dan emosi kamu tenang terlebih dahulu. Rehat sejenak.

  1. Self understanding.
Mengerti akan diri sendiri. Lihat dan berkacalah didepan cermin yang besar. Ketika berpacaran banyak sekali yang berubah dari sifat kamu yang aslinya. Hal itu disebabkan karena kamu sering menyamakan minat dan menuruti keinginan pasangan kamu. banyak hal yang dulu kamu lakukan berdua dengannya, hal yang membuat kalian semakin lama semakin sama dan selalu menyukai hobi satu sama lain. Disini kamu harus move on dan mulai mengerti akan diri kamu sendiri. Apa yang berubah dari diri kamu selama ini. Mulailah melakukan sesuatu yang menurut kamu menyenangkan dan melakukan hobi kamu yang selama ini tidak pernah kamu lakukan. Misalnya menggambar, menulis, bernyanyi dan lain-lain. Dengan begitu kamu akan sedikit demi sedikit menarik diri dari keadaan yang membuatmu terpuruk.

  1. Inilah hidup dan ini nyata.
Mulailah keluar dan menggeser sedikit tubuhmu dari kasur apek dan bau serta bantal yang basah karena air mata, yang kamu tumpahkan begitu saja saat dia meninggalkanmu. Hey, inilah hidup dan ini nyata. Kamu bisa berekspresi sesukamu. Mana semangatmu yang dulu disaat kamu jomblo dan tidak pernah memikirkan pacaran. Mana dulu semangat kamu yang selalu membuatmu berenergi setiap hari dan selalu merasa kekurangan waktu. Buka matamu yang sudah dibutakan oleh cinta. Melek dong, inilah hidup dan terimalah. Mau enggak mau ya harus mau. Hey, dia sudah pergi dan menjauh. Saatnya balik kanan dan menatap lurus kedepan dan teriakkan dalam hatimu, “Putra yang punya blog ini Ganteng!” haha. Kidding, kidding, teriakkan dalam hatimu, “Gue bisa move-on!!.” Ayo ucapkan lagi dan pejamkan matamu. Hayati dan bayangkan dengan imajinasimu sendiri. Hey! Ini blog dimensi imajinasi, maka berimajinasilah!!

  1. Ada kalian.
Saat kamu merasa sendirian, yang harus kamu sadari adalah bahwa kamu tidak sendirian. Ada sahabat dan tema-temanmu yang siap merangkulmu ketika kamu terpisah jauh dari mereka. Lihat senyum ceria mereka, apakah hal itu membuatmu bersemangat. Kembalilah dalam rangkulan mereka. Mulai jalani aktivitas yang menyenangkan seperti dulu saat bersama-sama menyandang status jomblo. Muali hangout bareng, cari udara segar bersama-sama. Makan dan lakukan kegiatan yang menyenangkan dan tidak merugikan orang lain. Hal ini membantumu berhenti memikirkan si doi dan berhenti untuk meratapi nasibmu yang memang sedang enggak baik. Dan juga hal ini bisa menarikmu dari cengkraman monster galau.

  1. Jomblo bukan berarti sendiri dan kesepian.
Pandang statusmu dari sisi yang positif. Ambil yang manisnya dan buang yang kecutnya. Jomblo bukan berarti kesepian. Kamu masih punya sahabat yang juga jomblo, kamu masih punya kucing kesayanganmu, kamu masih punya banyak daftar film yang harus ditonton, kamu masih punya banyak teman gokil, kamu masih punya banyak daftar kegiatan yang harus kamu lakukan dan semua itu akan membuatmu sibuk. sibukkan dirimu dengan kegiatan-kegiatan yang membuatmu bahagia dan bisa berekspresi sesukamu tanpa ada yang melarang. Jomblo itu lambang kebebasan dan jangan minder dengan status itu. gue pernah baca statemen kocak yang bunyinya gini, “Mending jomblo, daripada yang punya pacar galau terus.” Nah lhoh? Pilih mana? Tentukan dari sekarang!. Coba pikirkan baik-baik, siapa yang mau melarang kamu melakukan hal konyol ketika kamu sedang jomblo? Ketika pacaran, kamu pernah dikekang sama pacar? Nah, sekarang berekspresilah sesukamu. Karena gak bakalan ada yang mau ngelarang kamu. tapi ingat, masih dalam aturan. Jangan melampaui batas.

  1. Melek dong!
Lihat! Lihat! Lihat sisi positif dari kamu jomblo ini. Berikan sugesti positif kepada diri kamu kalau ini bukanlah sesuatu yang bisa membuatmu terpuruk. Tapi temen gue ada yang bingung, buat orang yang mutusin gimana ya? Kan dia yang mutusin, otomatis dia jomblo juga. Terus sisi positifnya dimana? Ya mungkin dia mengambil keputusan ini karena satu hal yang mungkin baik bagi kamu dan baik bagi dia sendiri. Entahlah, itu kembali kepada perasaan yang mutusin, masih punya perasaan atau enggak sih sebenernya. Ya mudah-mudahan saja itu adalah keputusan yang tepat, meskipun yang diputusin itu tersakiti hatinya. Sakit ya? Sakit! Mulai sekarang kamu harus melek dan lihat keluar. Dunia masih luas dan tidak butuh muka cemberutmu. Dunia akan semakin suram melihat wajah cemberutmu. Dunia tidak butuh itu. dunia butuh senyumanmu untuk menghiasinya. Hanya itu, gak banyak kok.

  1. Ini adalah kesempatanmu, karena kamu punya banyak waktu luang.
Apa yang tersita darimu saat kamu menjalin hubungan dengan si doi? Dia yang selalu ingin diperhatiin dan selalu menginginkan kamu ada disisinya. Itu adalah waktu. Waktu yang tersita dari kehidupanmu selama kamu memiliki hubungan dengannya. Memang pacaran seperti itu. selalu berkorban waktu demi cinta. Dalam berhubungan secara otomatis waktu yang kamu punya akan dihabiskan untuk menemaninya. Kapanpun dimanapun. Baik itu telponan, jalan bareng bahkan waktu tidur dan istirahat pun tersita olehnya. Apa gak lelah? Melek dong. Karena sekarang ini kamu punya banyak waktu yang harus kamu manfaatkan dengan baik. Setelah putus ini kamu punya banyak waktu dan banyak kesempatan untuk melakukan apapun yang kamu mau. Kamu bisa istirahat dan melegakan pikiranmu yang sumpek dan penu dengan baying-bayang yang menyedihkan. Kamu bisa melakukan kegiatan yang positif seperti memperbanyak ibadah dan bahkan kamu bisa refreshing keluar kota atau liburan dengan teman-teman kamu. semua keputusan ada ditanganmu. Kembali kepada kalian mau move on atau tidak. It’s yours!

tambahan: Jangan KEPO!
kebanyakan dari mereka yang baru aja putus dari pacarnya biasannya punya penyakit kepo! selalu pengen tahu kabar tentang mantannya. yang lebih jelasnya biasanya mereka suka buka profil media sosial sang mantan, baik itu twitter, facebook dan lain-lain secara diam-diam. hal ini adalah hal yang sering dilakukan kebanyakan orang pada umumnya. yang mereka kepoin itu adalah status mantannya. Padahal mereka tahu kalau mereka bakalan sakit hati, tapi masih aja tetep kepo. yang lebih menyakitkan lagi kalau kamu buka media sosial mantan kamu dan ternyata statusnya sang mantan udah punya pacar baru. nah loh? hayo! so, jauhin sikap kaya gini. belajarlah untuk mengambil keputusan dan tegas pada diri sendiri kalau mau move on.

Thans for reading. Makasih banyak. Semoga oret-oretan ini gak Cuma sampai disini aja. Pembaca yang baik meninggalkan komentar yang baik. Salam cinta, Erdian Putra.

2 komentar: