Rasa sedih, galau,
pusing, mulut bau, rambut acak-acakan dan terkadang badan menjadi gatel-gatel
merupakan indikasi terparah dari orang-orang yang baru saja mengalami putus
cinta. Terkadang mood makan langsung hilang dan lebih sering termenung. Memikirkan
untuk apa lagi hidup kalau cinta yang selama ini dibangga-banggakan hilang dan
pergi begitu saja. lebih ngenes-nya
lagi kalau kekasihnya pergi dan pacaran dengan teman dekatnya. Ugh, jleb,
nyess, miris banget.
Cinta yang dulu manis,
penuh kenangan indah dan angan-angan yang paling indah yang sering dirangkai
bersama kalau sedang berduaan. “nanti aku pengen kita nikah di paris, di puncak
menara Eifel, aku loncat dari puncaknya dan kamu nangkep aku dari bawah.” Kata si
cewek. Cowoknya manut-manut aja. Hu-um yang. Jawab si cowok sambil
mengelus-ngelus dada. Fiuh. Kenangan indah yang gak kesampean ini yang
terkadang bikin dilemma saat putus semakin bertambah. Dan juga kenangan indah
saat bersamanya yang sulit banget buat dilupain merupakan komposisi terberat
untuk bisa move on dari keadaan yang sedang dihadapinya.
So, penulis bukannya
sok pinter dan bukan ahli, secara keadaan gue lagi mirip-miripnya sama yang ada
dalam tulisan ini, maka dari itu gue nulis disini secara gak langsung supaya
gue bisa move on juga. Hehe. Oke, sering terdengar di telinga kita ungkapan
seperti ini, “Butuh waktu satu jam untuk
mengenalmu, akan tetapi butuh waktu bertahun-tahun untuk melupakanmu”. So? Memang bener ungkapan seperti itu,
untuk mengenal gebetan Cuma butuh waktu satu jam dan butuh waktu lama buat
ngelupain si doi. Gue yakin, diantara para pembaca disini ada yang masih belum bisa
move on dari kenangan masa pacarannya yang dulu, masih aja keinget mantannya
meskipun mantannya nyebelin banget. Momen indah itu akan muncul pada waktunya.
Terus ada yang bilang
gini waktu di facebook, “Mantan itu apakah seharusnya menjadi musuh?”. Gue langsung
komen gini, “gak mesti, soalnya seburuk apapun dan sejahat dia, dia pasti
pernah membuatmu tersenyum dan bahagia. Hanya saja rasa benci dan tidak suka
yang sedang kamu rasakan saat ini menutupi kenangan indah itu.”. tapi terserah
sih, pendapat setiap orang berbeda dan setiap orang berbeda dalam menyikapi
setiap keadaan. Ada yang benci banget sama mantannya dan ada yang sulit banget
ngelupain mantannya. Dan bagi gue, mantan itu gak mesti dijadiin musuh atau
bahkan dilupain, sebab seberapa keras kita berusaha untuk memungkiri perasaan
kita, tetap saja dulu kita yang jatuh cinta kepada sang mantan. Kita pernah
tersenyum dan menangis karenanya. So, apa yang harus dilakukan ketika kita
menyandang gelar “JOMBLO?”
- Self Accepting
Mulai
dari sekarang kenali diri kamu dan terima diri kamu. jangan menyalahkan keadaan karena keadaan tidak pernah salah. pahami seperti apa kondisi kamu sekarang ini. Pahami
seberapa parahnya galau yang sedang kamu rasakan. Disaat itulah kamu bisa mengerti
dan mulai mengambil langkah selanjutnya. Kamu akan tahu apa yang kamu inginkan
dan apa yang sebenarnya menjadi tujuan kamu dan apa yang bener-bener kamu mau. Gak
usah sok dan pura-pura udah move on, pura-pura bahagia dan sok tegar padahal
hatinya tertatih dan rapuh (hampir menjadi butiran debu). Galau adalah hal yang
wajar. Bersedih dalam batas batas tertentu merupakan hal yang wajar. Karena ini
menandakan kalau kamu punya perasaan dan hati.
- Jangan melampiaskan.
Kebanyakan
orang yang depresi karena punya status jomblo biasanya langsung nyari
pelampiasan dan mulai PDKT dengan cowok atau cewek lain. Hanya karena mereka
bingung mau ngapain lagi. Karena mereka belum bisa beradaptasi dengan kondisi
kesendirian mereka pada saat ini. Dan juga karena sebelum-sebelumnya mereka
selalu ada yang menemani namun sekarang keadaan berbalik. So, jangan langsung
mencari pelampiasan. Terburu-buru buat nyari gebetan baru hanya akan membuat
kamu menjadi orang yang tidak ada nilainya. Kamu akan terlihat semakin lemah
karena mencari tameng untuk menghindar dari masalah. Kembali ke poin satu,
jalani dan selesaikan masalahnya. Gausah terburu-buru nyari pelampiasan,
biarkan hati dan emosi kamu tenang terlebih dahulu. Rehat sejenak.
- Self understanding.
Mengerti
akan diri sendiri. Lihat dan berkacalah didepan cermin yang besar. Ketika berpacaran
banyak sekali yang berubah dari sifat kamu yang aslinya. Hal itu disebabkan
karena kamu sering menyamakan minat dan menuruti keinginan pasangan kamu.
banyak hal yang dulu kamu lakukan berdua dengannya, hal yang membuat kalian
semakin lama semakin sama dan selalu menyukai hobi satu sama lain. Disini kamu
harus move on dan mulai mengerti akan diri kamu sendiri. Apa yang berubah dari
diri kamu selama ini. Mulailah melakukan sesuatu yang menurut kamu menyenangkan
dan melakukan hobi kamu yang selama ini tidak pernah kamu lakukan. Misalnya menggambar,
menulis, bernyanyi dan lain-lain. Dengan begitu kamu akan sedikit demi sedikit menarik
diri dari keadaan yang membuatmu terpuruk.
- Inilah hidup dan ini nyata.
Mulailah
keluar dan menggeser sedikit tubuhmu dari kasur apek dan bau serta bantal yang
basah karena air mata, yang kamu tumpahkan begitu saja saat dia meninggalkanmu.
Hey, inilah hidup dan ini nyata. Kamu bisa berekspresi sesukamu. Mana semangatmu
yang dulu disaat kamu jomblo dan tidak pernah memikirkan pacaran. Mana dulu
semangat kamu yang selalu membuatmu berenergi setiap hari dan selalu merasa
kekurangan waktu. Buka matamu yang sudah dibutakan oleh cinta. Melek dong,
inilah hidup dan terimalah. Mau enggak mau ya harus mau. Hey, dia sudah pergi
dan menjauh. Saatnya balik kanan dan menatap lurus kedepan dan teriakkan dalam
hatimu, “Putra yang punya blog ini Ganteng!” haha. Kidding, kidding, teriakkan
dalam hatimu, “Gue bisa move-on!!.” Ayo ucapkan lagi dan pejamkan matamu. Hayati
dan bayangkan dengan imajinasimu sendiri. Hey! Ini blog dimensi imajinasi, maka
berimajinasilah!!
- Ada kalian.
Saat
kamu merasa sendirian, yang harus kamu sadari adalah bahwa kamu tidak
sendirian. Ada sahabat dan tema-temanmu yang siap merangkulmu ketika kamu
terpisah jauh dari mereka. Lihat senyum ceria mereka, apakah hal itu membuatmu
bersemangat. Kembalilah dalam rangkulan mereka. Mulai jalani aktivitas yang
menyenangkan seperti dulu saat bersama-sama menyandang status jomblo. Muali hangout
bareng, cari udara segar bersama-sama. Makan dan lakukan kegiatan yang
menyenangkan dan tidak merugikan orang lain. Hal ini membantumu berhenti
memikirkan si doi dan berhenti untuk meratapi nasibmu yang memang sedang enggak
baik. Dan juga hal ini bisa menarikmu dari cengkraman monster galau.
- Jomblo bukan berarti sendiri dan kesepian.
Pandang
statusmu dari sisi yang positif. Ambil yang manisnya dan buang yang kecutnya. Jomblo
bukan berarti kesepian. Kamu masih punya sahabat yang juga jomblo, kamu masih
punya kucing kesayanganmu, kamu masih punya banyak daftar film yang harus
ditonton, kamu masih punya banyak teman gokil, kamu masih punya banyak daftar kegiatan
yang harus kamu lakukan dan semua itu akan membuatmu sibuk. sibukkan dirimu dengan kegiatan-kegiatan yang membuatmu bahagia dan bisa berekspresi sesukamu tanpa ada yang melarang. Jomblo itu lambang kebebasan
dan jangan minder dengan status itu. gue pernah baca statemen kocak yang
bunyinya gini, “Mending jomblo, daripada yang punya pacar galau terus.” Nah lhoh?
Pilih mana? Tentukan dari sekarang!. Coba pikirkan baik-baik, siapa yang mau
melarang kamu melakukan hal konyol ketika kamu sedang jomblo? Ketika pacaran,
kamu pernah dikekang sama pacar? Nah, sekarang berekspresilah sesukamu. Karena gak
bakalan ada yang mau ngelarang kamu. tapi ingat, masih dalam aturan. Jangan melampaui
batas.
- Melek dong!
Lihat!
Lihat! Lihat sisi positif dari kamu jomblo ini. Berikan sugesti positif kepada
diri kamu kalau ini bukanlah sesuatu yang bisa membuatmu terpuruk. Tapi temen gue
ada yang bingung, buat orang yang mutusin gimana ya? Kan dia yang mutusin, otomatis
dia jomblo juga. Terus sisi positifnya dimana? Ya mungkin dia mengambil
keputusan ini karena satu hal yang mungkin baik bagi kamu dan baik bagi dia
sendiri. Entahlah, itu kembali kepada perasaan yang mutusin, masih punya
perasaan atau enggak sih sebenernya. Ya mudah-mudahan saja itu adalah keputusan
yang tepat, meskipun yang diputusin itu tersakiti hatinya. Sakit ya? Sakit! Mulai
sekarang kamu harus melek dan lihat keluar. Dunia masih luas dan tidak butuh
muka cemberutmu. Dunia akan semakin suram melihat wajah cemberutmu. Dunia tidak
butuh itu. dunia butuh senyumanmu untuk menghiasinya. Hanya itu, gak banyak
kok.
- Ini adalah kesempatanmu, karena kamu punya banyak waktu luang.
Apa
yang tersita darimu saat kamu menjalin hubungan dengan si doi? Dia yang selalu
ingin diperhatiin dan selalu menginginkan kamu ada disisinya. Itu adalah waktu.
Waktu yang tersita dari kehidupanmu selama kamu memiliki hubungan dengannya. Memang
pacaran seperti itu. selalu berkorban waktu demi cinta. Dalam berhubungan
secara otomatis waktu yang kamu punya akan dihabiskan untuk menemaninya. Kapanpun
dimanapun. Baik itu telponan, jalan bareng bahkan waktu tidur dan istirahat pun
tersita olehnya. Apa gak lelah? Melek dong. Karena sekarang ini kamu punya
banyak waktu yang harus kamu manfaatkan dengan baik. Setelah putus ini kamu
punya banyak waktu dan banyak kesempatan untuk melakukan apapun yang kamu mau. Kamu
bisa istirahat dan melegakan pikiranmu yang sumpek dan penu dengan baying-bayang
yang menyedihkan. Kamu bisa melakukan kegiatan yang positif seperti
memperbanyak ibadah dan bahkan kamu bisa refreshing keluar kota atau liburan
dengan teman-teman kamu. semua keputusan ada ditanganmu. Kembali kepada kalian
mau move on atau tidak. It’s yours!
tambahan: Jangan KEPO!
kebanyakan dari mereka yang baru aja putus dari pacarnya biasannya punya penyakit kepo! selalu pengen tahu kabar tentang mantannya. yang lebih jelasnya biasanya mereka suka buka profil media sosial sang mantan, baik itu twitter, facebook dan lain-lain secara diam-diam. hal ini adalah hal yang sering dilakukan kebanyakan orang pada umumnya. yang mereka kepoin itu adalah status mantannya. Padahal mereka tahu kalau mereka bakalan sakit hati, tapi masih aja tetep kepo. yang lebih menyakitkan lagi kalau kamu buka media sosial mantan kamu dan ternyata statusnya sang mantan udah punya pacar baru. nah loh? hayo! so, jauhin sikap kaya gini. belajarlah untuk mengambil keputusan dan tegas pada diri sendiri kalau mau move on.
tambahan: Jangan KEPO!
kebanyakan dari mereka yang baru aja putus dari pacarnya biasannya punya penyakit kepo! selalu pengen tahu kabar tentang mantannya. yang lebih jelasnya biasanya mereka suka buka profil media sosial sang mantan, baik itu twitter, facebook dan lain-lain secara diam-diam. hal ini adalah hal yang sering dilakukan kebanyakan orang pada umumnya. yang mereka kepoin itu adalah status mantannya. Padahal mereka tahu kalau mereka bakalan sakit hati, tapi masih aja tetep kepo. yang lebih menyakitkan lagi kalau kamu buka media sosial mantan kamu dan ternyata statusnya sang mantan udah punya pacar baru. nah loh? hayo! so, jauhin sikap kaya gini. belajarlah untuk mengambil keputusan dan tegas pada diri sendiri kalau mau move on.
Thans
for reading. Makasih banyak. Semoga oret-oretan ini gak Cuma sampai disini aja.
Pembaca yang baik meninggalkan komentar yang baik. Salam cinta, Erdian Putra.


yadomi jinta itu siapa? :o
BalasHapusGueeee.. haha
BalasHapus